Aku pernah jatuh cinta..
Sangat jatuh cinta.. Dan aku masih ingat betul bagaimana rasanya. Siang itu aku melihat dia tersenyum, begitu berulang di hari-hari berikutnya. Ya, ini bukan cinta pertamaku, aku tau. Aku sudah jatuh cinta sebelumnya, tapi yang ini berbeda.
Tapi tidak dengan orang-orang di sekitarku. Tatapan mereka berbeda. Mereka menyaksikan cintaku dengan dengki dan ragu. Maka aku menutup diri dari mereka.. demi perasaanku sendiri. Semakin mereka ingin tau, maka aku semakin menyembunyikannya. Aku rasa ini bukan urusan mereka. Aku semakin jatuh cinta. Aku percaya dan aku membanggakannya.
Jarum jam terus berdenting, air terus mengalir, awan terus bergeser, dan bumi pun tak berhenti berputar. Tapi aku stabil. Aku sama sekali tidak berubah dan tidak merubah. Aku.. tapi itu hanya aku.. Aku hanya lupa bahwa lingkunganku ternyata lambat laun berubah.. Begitu juga dengannya.
Untuk menanyakannya, dia berhasil membuatku tak ingin bertanya lagi.. Untuk bersedih, aku hanya perlu ruang yang sepi.. Berbaring dan menghadapkan wajahku ke dinding.. Menyumbat telingaku dengan earphone.. Tapi semua lantunan lagu tak satupun kurasakan iramanya tepat di telingaku.. Semuanya terdengar berantakan, seperti detakan jantungku, dan air mata konyol yang melarikan diri dari ujung mataku. Ya.. aku kecewa.. dan lagi-lagi orang-orang menyudutkanku, berbicara di belakangku, menatapku seolah berkata "ternyata benar..akan begini".. Mereka membenarkan keraguan mereka. Kini aku tak lagi hanya bersedih dan kecewa, tapi juga marah. Pernahkah kalian merasa.. sedang berada pada situasi yang sulit tapi tidak ada yang mengerti? Bahkan ini menjadi semakin rumit.. Jangan aku.. Coba itu kamu. Pernahkah kamu merasa sendiri menghadapi sesuatu? Bahkan situasi semakin memburuk dan memojokkanmu. Tapi lagi-lagi kamu hanya seorang diri..
Aku tertidur sampai air mataku mengering. Nafasku tak lagi tersengal. Dan aku mulai bermimpi.. Mimpi yang aneh.. Yang tidak membahagiakan..
Aku terbangun, dan dadaku terasa sesak. Mataku bengkak, telingaku perih, dan hidungku tersumbat.. Aku memejamkan mataku sejenak.. sekali lagi.. untuk berkata pada diriku sendiri.. "aku harus terbiasa dengan ini".
Selama ini aku hanya memintanya untuk mencintaiku, tanpa aku bertanya lebih dulu, maukah dia tulus mencintaiku.. Kini aku semakin jatuh cinta padanya di saat semuanya terasa semakin memburuk.. Tapi aku tidak bisa menghentikan perasaanku, aku tidak bisa berpura-pura tidak mencintainya.. Tapi aku rasa aku harus berhenti.. dan pergi.
Tuhan seperti menjawab doaku.. Bukan tentang dia yang kembali menyukaiku. Tapi tentang dibukakannya mata hatiku yang akhir-akhir ini menjadi rabun. Aku sadari banyak hal buruk yang terbesit dibenakku.. yang selalu kutepis, meski aku tau sebenarnya fakta memang begitu. Selama ini aku selalu membuang prasangka burukku.. Sekedar untuk membuat nyaman hatiku. Aku rela membohongi diriku sendiri.. Melawan logikaku sendiri.. Padahal aku tau. Padahal jelas aku sebenarnya tau.. Aku tau faktanya..
Aku hanya..
Yang terjadi dalam diriku hanya satu..
Sekarang mata hatiku jernih. Sedangkan masa laluku tampak kelabu. Aku tidak meminta. Tapi pola pikirku berubah dengan sendirinya. Aku tau jalan mana yang kini harus kutempuh. Aku tau kesedihan mana yang tak harus kuselami. Aku jangan takut, jangan ragu. Lawan nafsuku. Nafsu untuk memiliki. Dialah ego terdahsyat yang sulit kusingkirkan. Ego yang menyamar menjadi rasa cinta. Dia mengelabuhiku..
Sekarang tak lagi. Jangan ragu melangkah meski masa depan belum pasti.
Jika seseorang benar mencinta, dia akan benar bersikap. Jika seseorang sengaja menyakiti, maka kepergianku akan dengan sendirinya melukai.. melukainya. dan itu pasti. Kuletakkan masa laluku. Kubiarkan dia tersimpan di ruang hampa. Tak perlu lagi kubuka. Cukup kupandangi sesekali. Agar aku tak lupa bagaimana aku bisa sampai di sini
Sangat jatuh cinta.. Dan aku masih ingat betul bagaimana rasanya. Siang itu aku melihat dia tersenyum, begitu berulang di hari-hari berikutnya. Ya, ini bukan cinta pertamaku, aku tau. Aku sudah jatuh cinta sebelumnya, tapi yang ini berbeda.
Tapi tidak dengan orang-orang di sekitarku. Tatapan mereka berbeda. Mereka menyaksikan cintaku dengan dengki dan ragu. Maka aku menutup diri dari mereka.. demi perasaanku sendiri. Semakin mereka ingin tau, maka aku semakin menyembunyikannya. Aku rasa ini bukan urusan mereka. Aku semakin jatuh cinta. Aku percaya dan aku membanggakannya.
Jarum jam terus berdenting, air terus mengalir, awan terus bergeser, dan bumi pun tak berhenti berputar. Tapi aku stabil. Aku sama sekali tidak berubah dan tidak merubah. Aku.. tapi itu hanya aku.. Aku hanya lupa bahwa lingkunganku ternyata lambat laun berubah.. Begitu juga dengannya.
Untuk menanyakannya, dia berhasil membuatku tak ingin bertanya lagi.. Untuk bersedih, aku hanya perlu ruang yang sepi.. Berbaring dan menghadapkan wajahku ke dinding.. Menyumbat telingaku dengan earphone.. Tapi semua lantunan lagu tak satupun kurasakan iramanya tepat di telingaku.. Semuanya terdengar berantakan, seperti detakan jantungku, dan air mata konyol yang melarikan diri dari ujung mataku. Ya.. aku kecewa.. dan lagi-lagi orang-orang menyudutkanku, berbicara di belakangku, menatapku seolah berkata "ternyata benar..akan begini".. Mereka membenarkan keraguan mereka. Kini aku tak lagi hanya bersedih dan kecewa, tapi juga marah. Pernahkah kalian merasa.. sedang berada pada situasi yang sulit tapi tidak ada yang mengerti? Bahkan ini menjadi semakin rumit.. Jangan aku.. Coba itu kamu. Pernahkah kamu merasa sendiri menghadapi sesuatu? Bahkan situasi semakin memburuk dan memojokkanmu. Tapi lagi-lagi kamu hanya seorang diri..
Aku tertidur sampai air mataku mengering. Nafasku tak lagi tersengal. Dan aku mulai bermimpi.. Mimpi yang aneh.. Yang tidak membahagiakan..
Aku terbangun, dan dadaku terasa sesak. Mataku bengkak, telingaku perih, dan hidungku tersumbat.. Aku memejamkan mataku sejenak.. sekali lagi.. untuk berkata pada diriku sendiri.. "aku harus terbiasa dengan ini".
Selama ini aku hanya memintanya untuk mencintaiku, tanpa aku bertanya lebih dulu, maukah dia tulus mencintaiku.. Kini aku semakin jatuh cinta padanya di saat semuanya terasa semakin memburuk.. Tapi aku tidak bisa menghentikan perasaanku, aku tidak bisa berpura-pura tidak mencintainya.. Tapi aku rasa aku harus berhenti.. dan pergi.
Hari-hari berlalu..
Aroma tubuhnya tak lagi kental di hidungku. Kenanganku tak lagi lekat diingatanku. Rupanya cintaku perlahan memudar dari hatiku..Tuhan seperti menjawab doaku.. Bukan tentang dia yang kembali menyukaiku. Tapi tentang dibukakannya mata hatiku yang akhir-akhir ini menjadi rabun. Aku sadari banyak hal buruk yang terbesit dibenakku.. yang selalu kutepis, meski aku tau sebenarnya fakta memang begitu. Selama ini aku selalu membuang prasangka burukku.. Sekedar untuk membuat nyaman hatiku. Aku rela membohongi diriku sendiri.. Melawan logikaku sendiri.. Padahal aku tau. Padahal jelas aku sebenarnya tau.. Aku tau faktanya..
Aku hanya..
Yang terjadi dalam diriku hanya satu..
"AKU HANYA TIDAK BERANI MENGHADAPI KENYATAAN ITU."
Aku sekedar tidak punya cukup keberanian untuk menegaskan bahwa prasangkaku benar. Itu.. Hanya itu.. Penakut. Aku penakut..Sekarang mata hatiku jernih. Sedangkan masa laluku tampak kelabu. Aku tidak meminta. Tapi pola pikirku berubah dengan sendirinya. Aku tau jalan mana yang kini harus kutempuh. Aku tau kesedihan mana yang tak harus kuselami. Aku jangan takut, jangan ragu. Lawan nafsuku. Nafsu untuk memiliki. Dialah ego terdahsyat yang sulit kusingkirkan. Ego yang menyamar menjadi rasa cinta. Dia mengelabuhiku..
Sekarang tak lagi. Jangan ragu melangkah meski masa depan belum pasti.
Jika seseorang benar mencinta, dia akan benar bersikap. Jika seseorang sengaja menyakiti, maka kepergianku akan dengan sendirinya melukai.. melukainya. dan itu pasti. Kuletakkan masa laluku. Kubiarkan dia tersimpan di ruang hampa. Tak perlu lagi kubuka. Cukup kupandangi sesekali. Agar aku tak lupa bagaimana aku bisa sampai di sini

Komentar
Posting Komentar